Rabu, 29 November 2017 - 11:39:10 WIB
SEKOLAH PERJUMPAAN
Kategori: Program Unggulan - Dibaca: 10 kali

Tanggal 05 November 2017, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan Diskusi Toga, Toma, Todat dan Toda Sebagai Upaya Peningkatan Wawasan Kebangsaan Melalui Sekolah Perjumpaan yang merupakan salah satu rangkaian program unggulan Gubernur Nusa Tenggara Barat. Pada kegiatan yang dihadiri oleh 100 orang tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda dari 5 desa yang terpilih menjadi tempat penerapan metode pembelajaran Sekolah Perjumpaan ini diberikan pendahuluan atau dikenalkan dengan metode pembelajaran Sekolah Perjumpaan ini, yang materinya diberikan oleh Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB dan Pakar Sekolah Perjumpaan H. Husni Muazd P.hD. Menurut narasumber, Sekolah Perjumpaan terdiri dari dua jenis yaitu Reguler dan Aksidentil, yang merupakan wadah atau tempat untuk menyelesaikan masalah – masalah sosial yang ada di sekitar kita. Karena masalah – masalah sosial tersebut bermula dari “perjumpaan individu – individu yang abnormal” sehingga penyelesainnya juga melalui “perjumpaan”. Peserta dari Sekolah Perjumpaan ini sendiri dalam penerapannya tidak dari kalangan tertentu, tetapi dari semua orang yang terlibat di dalam perjumpaan tersebut.

Kemudian pada sesi kedua setelah diberikan pemahaman dasar mengenai Sekolah Perjumpaan, dilakukan diskusi atau curah gagasan tentang permasalahan sehari – hari yang dihadapi oleh para peserta, di mana peserta dibagi menjadi 5 kelompok yang diskusinya masing – masing dipandu oleh 3 orang tim Sekolah Perjumpaan. Setelah diskusi kegiatan ini dilanjutkan dengan Komitmen Dan Rencana Tindak Lanjut dari permasalahan – permasalahan yang dibahas sebelumnya.

Sebagai rangkaian sekolah perjumpaan pada tanggal 08 November 2017 dilaksanakan kegiatan Tindak Lanjut Hasil Diskusi dan Penguatan Konsep Sekolah Perjumpaan. Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang sama dengan kegiatan Diskusi sebelumnya karena kegiatan Sekolah Perjumpaan ini adalah suatu rangkaian kegiatan jadi tidak bisa diikuti oleh peserta yang berbeda. Pada kegiatan ini diberikan materi tentang Refleksi Pengalaman Sekolah Perjumpaan dan Penguatan Konsep Sekolah Perjumpaan yang kemudian dilakukan Dialog interaktif Peserta dan Penggagas, Materi Normalisasi Menuju Relasi Sosial yang Terbuka, Toleran, dan Saling Berterima. Pada akhir kegiatan dilakukan komitmen bersama mengenai kesesuaian kata dengan tindakan sebagai bentuk aksi dari Sekolah Perjumpaan.

Kegiatan terakhir dari rangkaian kegiatan Sekolah Perjumpaan yaitu Kerja Bakti Toga, Toma, Todat dan Toda Sebagai Upaya Mewujudkan Wawasan Kebangsaan Melalui Sekolah Perjumpaan, akan dilaksanakan pada awal bulan desember 2017 di Lombok International Airport (LIA) atau lokasi bencana alam.




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)