Kamis, 07 Desember 2017 - 15:29:56 WIB
FGD II LABSOS KAMPUNG MADANI PROVINSI
Kategori: Program Unggulan - Dibaca: 256 kali

Focus Group Discussion (FGD) II Laboratorium Sosial Kampung Madani di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dilaksanakan pada hari Kamis, 04 Desember 2017. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi Nusa Tenggara Barat dihadiri oleh 40 orang peserta yang asal pesertanya dibagi empat dari masing – masing lokasi pengembangan Labsos Kampung madani. Pada kegiatan ini masing – masing kabupaten secara bergiliran melakukan pemaparan tentang Awig – awig atau Peraturan Desa yang telah disusun sebelumnya, yang kemudian diberikan masukan oleh 3 orang Narasumber yaitu Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB Drs. H. Lalu Syafi’i, MM., Drs. H. Lalu Anggawa Nuraksi dan H. Lalu Syafruddin, SH.,M.Hum.

Pada kegiatan FGD II ini dihasilkan beberapa kesimpulan yang perlu menjadi perhatian tim Kampung Madani Provinsi maupun Kabupaten yaitu sebagai berikut :

  • Awig-awig seoptimal mungkin ditulis dengan mengacu pada prinsip-prinsip hukum adat yaitu dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung sesuai dengan keadaan, tempat dan waktu;
  • Konsep awig-awig dan kitab hukum adat yang telah dibuat di desa sesait (klu), desa kuta (loteng), desa bukit damai (ksb), dan desa doro peti (dompu) sebaiknya mendapat koreksi dari ahli yang memiliki kompetensi terkait bahasa peraturan perundangan;
  • Untuk desa yang masyarakatnya yang heterogen maka penggunaan istilah tertentu dalam awig-awig. Yang dapat menimbulkan salah penafsiran sebaiknya ditulis secara lengkap seperti melaiq (lombok),  merarik (sumbawa) dan dompu (londo iha);
  • Launching untuk awig-awig/kitab hukum adat kampung madani sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh masing-masing kabupaten.

 




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)