Senin, 18 Desember 2017 - 07:17:32 WIB
KULIAH SUBUH: NTB BERTASYAKUR
Kategori: Pojok Kesbangpol - Dibaca: 346 kali

SENIN,  18 DESEMBER 2017, 29 RABIUL AWAL1439 H.

KULIAH SUBUH
DI MASJID HUBBUL WATHAN IC NTB.

BERSAMA 

DR. TGH. L. AHMAD ZAINURI, MA.

KAJIAN : NTB BERTASYAKUR

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Syukur kita atas segala nikmat Nya. Dan Nikmat Allah terbesar adalah nikmat IMAN. Dengan iman kita melakukan segala ketundukan kepada sang Pencipta Allah. Karena itu, iman membuat kita selamat. ALLAH berfirman:
Dan janganlah sekali-kali kamu mati, melainkan dalam keadaan beragama Islam (Q.S. 3:102).

Kemarin kita merayakan HUT NTB yang ke 59 dengan mengambil tema "NTB Bertasyakur". Bersyukur artinya ungkapan rasa terimakasih kepada Allah SWT atas rezki yang kita terima. Tema yang sangat inspiratif. Jujur kita katakan  bahwa 10 tahun terakhir, begitu banyak nikmat Allah kepada NTB ini yang dapat kita rasakan, terlepas kalau ada yang mengatakan disana sini masih ada kekurangan.

Kita pernah mengalami gempa dan berbagai bencana alam lainnya, angka kemiskinan yang tingi namun karena berkat Allah SWT dapat kita mengatasinya. Maka itu, firman Allah SWT

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan"

Maka itu, segala nikmat yang telah Allah berikan kepada masyarakat NTB ini, tidak ada cara lain kecuali pandai bersyukur.
Pada hakekatnya bahws bersyukur adalah untuk melindungi diri kita sendiri, sebagaimana firman dalam Surat Lukman ;

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".

Seorang uama mengatakan bahwa syukur itu adalah menampakkan nikmat. Hal ini sesuai firman Allah 

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” (QS. Adh Dhuha: 11).

Idealnya adalah kalau kita diberi nikmat maka tunjukkan dengan cara sebagaimana yang sang pemberi Allah inginkan.

Kalau diberi kesehatan maka gunakanlah untuk senantiasa ibadah kepada Nya, tidak lantas digunakan untuk hal hal yang merusak, ini namanya kufur nikmat.

Seperti halnya seorang ayah  menanti kelahiran bayinya yang sangat diharapkan, maka apakah senang atau sedih? Tentulah jawabannya bergembira atau senang hingga orang lain tahu kalau ia berbahagia  Demikian kiranya orang yang diberi nikmat.

Lawan dari syukur adalah kufur. Ada orang yang diberi nikmat dan hanya menceritakannya saja tapi  tidak mau berbagi maka ini juga bagian dari kufur nikmat.

Kita punya baju bagus tapi disimpan saja, tidak dipakai untuk sholat misalnya, ingin juga kufur nikmat. Karena itu, 
Isharun syukur, nampakkan rasa syukur dengan mengajak orang lain menikmatinya, misalnya mengundang makan atau "roah"

Sahabat bertanya, ya Rasulullah, 
Islam paling benar itu yang mana dan apa tanda orang Islam itu baik? Rasulullah menjawab, minimal ada dua kelihatan yaitu sering berbagi dengan mengundang orang untuk datang ke rumahnya . Kedua, tunjukkan bahwa hari ini anda bahagia debgab menjaga apa yang telah diperoleh. 

Hadirin yang dimuliakan Allah,Termasuk masjid Hubbul Wathan ini juga nikmat yang telah Allah berikan pada kita semua. Maka itu, mari kita memakmurkan,  merawat semua fasilitas yang ada.

Suatu kisah terkait dengan sikap kita terhadap nikmat Allah yaitu ada 3 orang yang diuji oleh Allah sbb:

Orang pertama, diuji dengan penyakit abros yaitu penyakit kulit sangat ngeri hingga semua orang jijik dan menjauhinya. 

Orang kedua, diuji dengan penyakit botak tidak punya rambut hingga membuatnya jelek dan malu bertemu dengan orang. 

Orang ketiga, diuji dengan kebutaan hingga membuat dirinya tidak beraktifitas. 

Lalu kemudian Allah mengutus malaikat mendatanginya dan menyuruh untuk menanyakan apa yang mereka inginkan.

Malaikat pun menemui ketiga tersebut, dan bertanya apa yang mereka inginkan.

Orang pertama, ingin kulit yang bagus dan seekor onta yang besar dan hamil.
 
Orang kedua botak, ingin rambutnya tumbuh dan indah. Dan seekor sapi yang hamil.

Orang ketiga, minta tolong disembuhkan agar matanya bisa melihat dan minta diberikan seekor kambing yang hamil.

Maka dengan izin Allah, semua diberikan nikmat sesuai dengan permohonannya.  Dan ketiga menjadi orang kaya menjadi bos onta, bos sapi, dan bos kambing.

Malaikat pun datang kepada ketiganya menyerupai kondisi seperti mereka dahulu. Orang pertama dan kedua mengingkari semua nikmat yang Allah berikan hingga malaikat mendoakan untuk kembali kepada kondisinya semula dan Allah pun mengabulkan. Sementara orang ketiga mengatakan silahkan ambil semua karena saya dahulu juga mengalami hal serupa. Akhirnya malaikat mengungkapkan sebenarnya bahwa ia adalah malaikat yang diutus untuk mengujinya, dan oleh karena engkau telah mensyukurinya maka nikmatilah semua yang Allah telah berikan ini.

Oleh karena itu, mari kita senantiasa mensyukuri segala nikmat yang Allah telah berikan kepada kita. Kita bersyukur telah diberikan negeri yang aman, damai dan tenteram. 
Salah satu wujud syukur seperti apa yang ditunjukkan oleh saudara saudara kita kemarin di Monas. Mereka berkumpul untuk mendoakan saudara saudara kita di Palestina yang saat ini sedang ditindas. Ketahuilah saudaraku masjidil Aqsa adalah satu paket dengan masjidil haram sehingga wajib kita membelanya, minimal berdoa kepada Allah.

Demikian, Barakallahu li wa lakum, walhamdu lillahi rabbil ‘alamin

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)