Senin, 09 April 2018 - 14:10:04 WIB
SOSIALISASI WAWASAN KEBANGSAAN 2018
Kategori: Kegiatan Bidang PNNK - Dibaca: 20 kali

Bakesbangpoldagri Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaaan Bagi Pelajar Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Hotel Bintang Senggigi pada hari jum’at tanggal 6 sampai dengan 7 April 2018, yang dihadiri oleh unsur Pelajar dan Pemuda sebanyak 50 orang peserta. Kegiatan langsung dibuka oleh Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB yang langsung dilanjutkan dengan pemberian keynote speech serta materi. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Narasumber Pusat DR, Ika Sartika, MT. Yang menyampaikan fakta, keresahan sampai upaya yang dilakukan Pemerintah untuk meningkatkan harmonisasi kehidupan yang aman dan damai dalam Masyarakat yang Majemuk.

Pada penyampaian materi sesi II keesokan harinya diisi oleh 3 orang narasumber yaitu Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Drs. Lalu Sri Muhlisin Wijaya, MH, Wakil Ketua Majelis Adat Sasak (MAS) H. Lalu Syapruddin, dan Pakar Sekolah Perjumpaan H. Husni Muazd, Ph.D. Ketua AMAN menyampaikan kalau berbicara tentang budaya sasak dan menghadapi masyarakat yang majemuk menurut kitab hukum kerajaan islam selaparang yang memuat tentang aturan-aturan dan norma-norma tata pemerintahan yang disebut KOTARAGAMA yang bernuansa agama antara lain telah menentukan persyaratan jabatan bagi seseorang pemimpin untuk tercapainya suasana lingkungan yang harmonis hal tersebut Sesuai dengan sesenggak sasak “Aik Meneng Tunjung Tilah Empak Bau” .

Kemudian pemateri kedua H. Lalu Syapruddin Falsafah dari Pancasila yang senada dengan Prinsip – Prinsip Hukum Adat atau Nilai Universal, seperti butir pertama Ketuhanan Yang Maha Esa senada dengan butir pertama Prinsip Hukum Adat yang berbunyi, Ketuhanan dan Pengendalian Diri. Butir kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab senada dengan kesamaan dan Kebersamaan, Persatuan Indonesia sama dengan Kerukunan dan Kekeluargaan, butir ke empat senada dengan Musyawarah Mufakat serta yang terakhir Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia senada dengan Keadilan dan Parimirma. Sehingga Hukum Adat atau Nilai Universal ini tidak ada yang bertentangan dengan Hukum yang berlaku di Indonesia, bahkan bisa saja lebi bijaksana di dalam pelaksanaannya untuk hal – hal tertentu.

H. Husni Muazd, Ph.D sebagai pemateri terakhir memaparkan konsep – konsep sekolah perjumpaan yang merupakan Model pembelajaran yang lebih berfokus pada pembelajaran untuk mengubah mindset atau mental dari peserta, yang diawali dengan mengetahui posisi alam di diri manusia serta hubungan manusia satu dengan yang lainnya.




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)