Selasa, 04 September 2018 - 09:28:20 WIB
SOSIALISASI ANTI NARKOBA
Kategori: Kegiatan Bidang PNNK - Dibaca: 64 kali

Kegiatan yang dilaksanakan pada 28 dan 29 Juli 2018 di Hotel Bintang Senggigi ini dibuka langsung oleh Kepala Badan dan diisi oleh Lima orang narasumber pada kegiatan ini yang memberikan materi tentang cara menghindari narkoba dari masing – masing aspek kehidupan. Mulai dari sisi Pemerintah Provinsi yaitu Kepala Badan yang menyampaikan usaha – usaha yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi untuk mengurangi penyebaran Narkoba ini, dari Sosialisasi sampai dengan pengawasan ke jalur – jalur penyelundupan Narkoba ini. Kemudian selanjutnya materi diisi oleh Drs. H. Lalu Anggawa Nuraksi yang menyampaikan nilai – nilai kearifan lokal yang dimiliki oleh suku Sasak yang mengatur seluruh aspek kehidupan, yang bilamana hal ini sudah dilaksanakan dan tertanam di diri seseorang, maka tidak akan mudah bagi orang tersebut untuk terpengaruh narkoba maupun penyakit masyarakat lainnya.

Kemudian pada sesi kedua yang dilaksanakan keesokan harinya dilanjutkan dengan pemberian materi oleh 3 (tiga) orang narasumber yaitu KABINDA Provinsi NTB yang diwakili oleh Staf Anev BINDA NTB Ari Yudha Nofri, S.In.,M.Si. yang menyampaikan cara – cara meningkatkan kewaspadaan dini terhadap bahaya narkoba. Selanjutnya materi diisi oleh Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi NTB, Anggraini Ninik M, SH.,MH. Yang memberikan segala hal mengenai Narkoba mulai dari ciri – ciri pemakai sampai bagaimana cara pengedaran Narkoba serta akibat yang ditimbulkan apabila mengonsumsi Narkoba. Dan apabila ada pemakai narkoba yang ingin melakukan rehabilitasi maka semua biaya ditanggung oleh pemerintah. Pemateri terakhir yaitu Pakar Sekolah Perjumpaan yaitu H. Husni Muazd, P.hD. yang diwakili oleh M. Firdaus yang menyampaikan bagaimana kiat – kiat dalam menghindari Narkoba melalui Sekolah Perjumpaan yang tentu saja sudah diterapkan di lebih dari 20 Desa yang tersebar di Pulau Lombok.

Kemudian setelah pengisian materi oleh para Narasumber, diberikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan oleh para peserta sangat beragam mulai dari apa saja upaya nyata pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan Narkoba di daerah – daerah yang jauh dari jangkauan pemerintah Provinsi, sampai dengan usul kepada pemerintah untuk memberikan sosialisasi langsung ke Sekolah – sekolah karena sosialisasi yang cuman mengambil beberapa sampel pelajar dan pemuda dirasa belum maksimal dan kurang efektif.




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)