Rabu, 12 September 2018 - 07:23:45 WIB
SOSIALISASI KEARIFAN LOKAL DESA PEJANGGIK
Kategori: Kegiatan Bidang PNNK - Dibaca: 14 kali

Kegiatan Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Anggawe Nuraksi, dan Dr. H. Jamaluddin, MA. sebagai Narasumber. Adapun peserta yang hadir dari unsur Kepala Dusun, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Masyarakat setempat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 08 Agustus 2018 di Aula Kantor Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan bahwa kita patut bersyukur tinggal di Indonesia, terutama di NTB, karena termasuk daerah yang relatif aman dibanding dengan negara dan daerah lain. Nenek moyang kita juga telah mewariskan kepada kita agar setiap permasalahan diselesaikan secara arif dan bijaksana melalui musyawarah dan mufakat sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila. Memperhatikan wilayah Indonesia yang sangat luas, dengan jumlah suku, bahasa, dan Agama yang beragam, oleh karena itu 4 konsensus dasar Kebangsaan harus tetap menjadi pijakan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Masyarakat sasak adalah masyarakat yang tekun terhadap perintah agama dan toleran terhadap perbedaan sehingga masyarakat sasak dalam menyelesaikan persoalan selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan sehingga dampak perbedaan tidak meluas dan tidak menimbulkan konflik.

Ada beberapa persoalan yang masuk dalam pertemuan tersebut, antara lain bagaimana adat yang akhir - akhir ini menurut Mamiq Anggawa justru bukan maju tetapi malah ketinggalan, bagaimana berbahasa yang sopan dan santun antara orang tua dengan orang tua, orang tua dengan pemuda dan remaja, antara tetangga dan tetangga yang lain. Hal lain juga yang dibahas adalah bagaimana adat sebagai kearifan lokal suku sasak dalam memahami pancasila. Menurut narasumber bahasa sasak ini justru adanya sebelum dibentuknya negara ini karena terkait dengan kata – kata Neneq Kaji saq Kuase dan sebagainya.

Budaya tradisi Suku Sasak hendaknya dilestarikan karena tradisi ini merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya. Selain itu tradisi ini harus dilestarikan untuk menangkal pengaruh Budaya Luar yang tidak baik. Tradisi ini juga perlu diperkenalkan ke dunia luar sehingga orang – orang luar yang datang ke Lombok dapat lebih menghormati tradisi setempat.

Menurut Dr. H. Jamaluddin, MA. Jaman dahulu, suku sasak tidak mengenal sistem kerajaan, tetapi memakai sistem kedatuan. Jadi masyarakat sasak memilih pemimpin (datu) berdasarkan kemampuan melalui musyawarah dan mufakat. Sehingga tidak ada pemimpin (datu) yang terpilih karena faktor keturunan, tetapi karena kemampuan dan memang mendapat kepercayaan dari Masyarakat Suku Sasak.

Kegiatan sosialisasi berjalan lancar dan Masyarakat setempat sangat antusias mengikuti acara tersebut bahkan berharap diwaktu berikut dapat dilaksanakan di masing - masing Desa.




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)