Kamis, 18 Oktober 2018 - 10:14:06 WIB
SOSIALISASI KEARIFAN LOKAL DESA PENUJAK
Kategori: Kegiatan Bidang PNNK - Dibaca: 60 kali

Kegiatan Sosialisasi yang dilaksanakan pada hari Kamis, 09 Agustus 2018 ini dihadiri oleh Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Lombok Tengah, Patah Yasin, dan Dr. H. Jamaluddin, MA. sebagai Narasumber. Adapun peserta yang hadir dari unsur Kepala Dusun, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Masyarakat setempat.

Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB menyampaikan dalam sambutannya bahwa Desa Penujak sejauh ini kami dengar termasuk desa yang sangat aman, dan hal ini harus kita pertahankan sampai kapanpun. Kepala Badan juga Mengajak seluruh komponen masyarakat termasuk Babinsa, Kamtibmas, dan seluruh perangkat yang ada di desa ini secara bersama-sama menjaga sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Masyarakat juga dihimbau untuk tetap mempertahankan adat istiadat sasak ini agar dapat menjadi contoh bagi orang atau masyarakat lainnya karena ada nilai-nilai kearifan lokal yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain.

Disampaikan bahwa Suku sasak adalah yang pertama di Indonesia yang menganut paham monoteisme yaitu “neneq kaji saq kuase”

Untuk mempersatukan masyarakat Adat Sasak perlu mengajak komponen Masyarakat untuk membuat dan menyepakati aturan atau awig - awig di wilayah Desa untuk diikuti oleh seluruh masyarakat yang ada di desa tersebut

Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB juga menyampaikan bahwa Pemimpin harus yang memahami tentang adat - adat yang ada sehingga masyarakat mengikuti aturan - aturan dan awig - awig yang sudah disepakati.

Ada banyak sekali yang disampaikan oleh Narasumber pada kegiatan tersebut antara lain, sebelum manusia melakukan sesuatu tindakan terdapat motivasi yang didorong oleh Nilai - Nilai yang dapat mempengaruhi keyakinan kita; Bangsa membangun peradaban diatas pondasi yang kuat dan adat istiadat budaya sehingga dpt menjaga kerukunan umat; Agama sangat erat kaitannya dengan budaya sehingga seloka bahasa sasak yaitu dalam rangka persatuan dan kebersamaan masyarakat seperti : Tunjung tilah aiq meneng empak bau; Dalam suku sasak terdapat peninggalan Kearifan Lokal yang ditemukan dalam lontar dan tidak semua tradisi berbau bid'ah tetapi harus  menghubungkan dengan asal usul dalam Al - qur'an; Manusia apapun statusnya tidak akan bermakna apabila tidak melakukan silaturrahim perjumpaan dengan orang lain yang bermanfaat dengan kata lain saling berterima dalam perbedaan hal ini adalah filosofi konsep sekolah perjumpaan; selain itu masih banyak lagi yang disampaikan oleh Dr. H. Jamaluddin, MA dan Patah Yasin.

Aktualisasi Nilai – Nilai Kearifan Lokal dapat memperkuat Wawasan Kebangsaan dan Nilai - Nilai luhur Pancasila dan idiologi negara, seperti yang disampaikan oleh Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Lombok Tengah, yang pada kesempatan itu menanyakan langsung kepada semua kepala dusun, serta masyarakat yang hadir apakah sudah memasang bendera merah putih di depan rumah masing – masing.

Kegiatan sosialisasi berjalan lancar dan Masyarakat setempat sangat antusias mengikuti acara tersebut bahkan berharap diwaktu berikut dapat dilaksanakan di masing - masing Desa.




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)