Kamis, 25 Oktober 2018 - 08:22:48 WIB
PERNYATAAN SIKAP TOKOH AGAMA, TOKOH ADAT, TOKOH MASYARAKAT DAN TOKOH PEMUDA DI NTB
Kategori: Berita Kesbangpol - Dibaca: 286 kali

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 23 Oktober 2018 Pukul 14.15 Wita di Aula Kantor Bakesbangpoldagri Provinsi NTB ini dipimpin langsung oleh Kepala Bakesbangpoldagri Drs.H.Lalu Safi'i MM. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyikapi kejadian Pembakaran Bendera HTI di Garut Jawa Barat ini dihadiri oleh Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani S.Sos.SH.M.Han, Kabinda NTB Drs. H. Tarwo Kusnarno, M.Si, Dir Intelkam Polda NTB Kombes Pol. Susilo Rahayu Irianto, Perwakilan Lanal Mataram Mayor Laut Agung S, Ketua MUI NTB Prof.Drs. Saiful Muslim,MM., Ketua FKUB NTB Drs.H.Syahdan Ilyas, Ketua PW NU NTB Prof. DR. Masnun Tahir, Sekretaris PW Ansor NTB Irpan Suryadiata, Ketua 1 Pemuda NW NTB Abdurahman S.Pdi, dan Ketua Majelis Agama di Provinsi NTB.

Dalam sambutannya Kaban Kesbangpoldagri Provinsi NTB menyampaikan bahwa sensitifitas dari rasa kebangsaan sehingga pertemuan ini harus diadakan karena kondisi wilayah kita yang sudah damai jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dengan viralnya video pembakaran bendera HTI sehingga menimbulkan berbagai penafsiran maka Rapat Koordinasi ini menjadi sangat penting untuk menjaga kerukunan antar umat beragama dan umat muslim khususnya.

Kabinda NTB menyampaikan bahwa kejadian ini berawal dari hari santri dan ada yang membawa bendera HTI sehingga terjadi pembakaran bendera HTI. Kabinda NTB mengharapkan agar Masyarakat NTB tidak terprovokasi dengan kejadian di Garut agar tidak terjadi konflik dan perpecahan di kalangan umat muslim. Dalam perkembangnya di wilayah NTB kita perlu mengadakan himbauan dalam upaya mencegah secara dini apa yang terjadi di Garut, sehingga tidak berdampak di wilayah NTB dan juga sebagai antisipasi menjadi nuansa politik yang dapat memecah persatuan dalam rangka berbangsa dan bernegara.

Danrem 162/WB mengharapkan seluruh organisasi muslim seperti NW, NU, Banser, Muhammadiyah dan sebagainya untuk tidak terpancing sehingga terjadi keributan, apabila terjadi indikasi diharapkan untuk segera melaporkan kepada aparat untuk mencegah terjadinya konflik dan menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan dan keamanan Wilayah NTB. Kami akan mendorong Babinsa berkordinasi dengan pihak Polda/Polres agar Wilayah NTB tetap kondusif.

Ketua MUI NTB menyampaikan bahwa mengenai bendera Tauhid, itu adalah bendera yang digunakan Nabi pada waktu perang, terlepas itu bendera HTI dan Rasul tetap tidak boleh karena bertuliskan kalimat tauhid. Ketua MUI merasa malu terhadap apa yang telah dilakukan oleh Banser Ansor di Garut dan meminta agar Laskar Ansor di NTB untuk tidak ikut - ikutan dengan Banser Ansor di Garut, jika ditemukan Bendera HTI segera laporkan kepada aparat.

Ketua PW NU NTB menyampaikan terima kasih atas antisipasi yang telah dilaksanakan oleh aparat keamanan dan pihak terkait. Disinilah letak kedewasaan kita, apapun motifnya yang membawa dan membakar bendera di Garut jangan sampai merembet ke Wilayah NTB karena semua sudah di proses secara hukum oleh aparat hukum, bendera apapun tergantung niatnya dalam membawa bendera. Ketua PW NU NTB mengharapkan untuk memperbanyak silaturrahmi untuk meredam hal-hal yang tidak diinginkan.

Perwakilan Ansor NTB Ansor mengatakan bahwa Ansor sangat sadar dan akan menjadi sebuah pelajaran dan tidak akan terulang kembali serta agar semua pihak melihat kronologis kejadian yang sebenarnya sehingga masyarakat tidak terpengaruh dengan menonton potongan video pembakaran bendera HTI yang yang saat ini viral.

Penyampaian Ketua FKUB NTB bahwa dalam kondisi nuansa politik saat ini semua pihak harus berhati-hati dalam menyikapi permasalahan sekecil apa pun, termasuk masalah pembakaran bendera HTI di Garut karena masalah ini sudah ditangani oleh aparat dan apa yang sudah terjadi tidak terjadi di NTB. Pemilu 2019 mendatang agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas dan silaturrahmi sehingga NTB tetap aman, apabila terjadi keributan maka jalan damailah yang harus diambil untuk kemaslahatan umat dan mengharapkan kedamaian dan kondusifitas di NTB terjaga

Kegiatan dilanjutkan dengan Pembacaan Pernyataan Sikap yang dibacakan oleh Ketua MUI NTB. Adapun isi pernyataan sikap adalah sebagai berikut :   

  1. Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Nusa Tenggara Barat agar tetap menjaga keutuhan, ketentraman dan ketertiban masyarakat dan tidak berbuat hal-hal yang merugikan bagi persatuan dan kesatuan bangsa jika ditemukan indikasi permasalahan yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
  2. Dalam menghadapi pemilu 2019, kita perlu mewujudkan pelaksanaan pemilu yang damai, demokratis dan berintegritas serta tidak menyebarluaskan isu-isu negatif yang dapat merusak nilai persatuan dan kesatuan bangsa. 
  3. Terkait  dengan peristiwa pembakaran bendera HTI di Garut, Jawa Barat, sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian untuk melakukan penegakan hukum.
  4. Mengingatkan kembali,  bahwa kita masih dalam suasana duka terkait dampak  gempa yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat. Untuk itu, kita perlu memperkuat semangat kebersamaan sebagai upaya menuju Nusa Tenggara Barat bangkit kembali.  
  5. Dihimbau kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat apabila ditemukan indikasi permasalahan serupa agar segera dilaporkan kepada aparat keamanan TNI-POLRI dan dimohon kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri guna mencegah terjadinya konflik.
  6. Meminta kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk meningkatkan kewaspadaan  terkait dengan berkembangnya berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial yang dapat merusak nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

   




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)