Bidang PNNKPembauran Bangsa

KEARIFAN LOKAL DESA LOANG MAKA

Kegiatan Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Anggawa Nuraksi, dan Dr. H. Jamaluddin, MA. sebagai Narasumber. Adapun peserta yang hadir dari unsur Kepala Dusun, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Masyarakat setempat.

Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB membuka sekaligus mengisi materi dalam kegiatan ini mmenyampaikan bahwa peninggalan – peninggalan kearifan lokal seperti nasihat dan kebiasaan – kebiasaan baik harus tetap dilestarikan, agar tidak tergerus oleh budaya – budaya tidak baik yang datang dari luar. Suku sasak adalah suku yang dari dahulu tidak pernah menyembah patung, suku sasak ini memiliki kepercayaan monoteism yaitu percaya pada satu Tuhan. Selain itu suku sasak memiliki piranti sebagai petunjuk kehidupan yaitu Patuh Patut Pacu yang apabila tiap piranti tersebut dijalankan dengan baik maka semua permasalahan yang ada di masyakarakat akan terselesaikan. Untuk selanjutnya Pemerintah Desa harus menindaklanjuti masalah perbaikan desa melalui anggaran desa dan Secara teratut juga mengadakan kegiatan silaturahmi dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda yang ada di Desa untuk membahas anggaran desa agak pengelolaan dana desa dilakukan secara transparan.

Narasumber kedua Drs. H. Lalu Anggawa Nuraksi menyampaikan bahwa nilai – nilai Pancasila sebenarnya sudah ada di kearifan lokal yang ada di masing – masing daerah. Sehingga melaksanakan kearifan lokal sama saja dengan melaksanakan Pancasila dengan baik. Suku Sasak sendiri sudah mengenal satu Tuhan jauh sebelum Islam masuk ke Lombok dengan nama Neneq Kaji Saq Kuase. Selain itu asal usul nama Sasak sendiri adalah Saq Sak yang artinya “Yang Satu”. Selain itu dijelaskan juga ada 4 jenis bangsawan yang ada di lombok yaitu, Bangsawan Permenak, Bangsawan Perdatu, Bangsawan Perwangse, dan bangsa widagde.

Selanjutnya dalam pemaparannya DR. Jamaluddin narasumber ketiga mengutip beberapa naskah kuno Suku Sasak yaitu :

  • Naskah Jatiswara yang mengisahkan tentang nilai – nilai Ketuhanan;
  • Naskah Indarjaya yang berdialog dengan gurunya yang mengisahkan tentang kepribadian manusia;
  • Naskah Babad Selaparang yang mengupas habis tentang sikap Pimpinan dan sikap kompak/gotong royong;
  • Naskah Cupak Gerantang yang mengajarkan sikap peduli/kasih kepada sesama;

Selain naskah – naskah tersebut di atas, masih banyak lagi yang disampaikan DR. Jamaluddin terkait dengan kearifan lokal di Lombok.

Narasumber terakhir Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Lombok Tengah program – program yang direncanakan oleh Bakesbangpoldagri Lombok Tengah terkait dengan kearifan lokal yang akan dilaksanakan pada tahun 2019.

Kegiatan sosialisasi berjalan lancar dan Masyarakat setempat sangat antusias mengikuti acara tersebut bahkan masih ada beberapa pertanyaan yang belum sempat disampaikan karena keterbatasan waktu sehingga masing – masing narasumber memberikan kontak masing – masing dan dipersilahkan untuk menghubungi secara pribadi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close