Bidang PNNKWawasan Kebangsaan

LOKAKARYA PPWK BAGI PEREMPUAN

Kegiatan Lokakarya Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) bagi Perempuan/Gender se – Pulau Lombok, diadakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik pada hari sabtu Tanggal 14 Oktober 2017 selama dua hari. Kegiatan ini merupakan salah satu sub kegiatan pada Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan di DPA Bakesbangpoldagri Provinsi NTB Tahun Anggaran 2017. Kegiatan yang diikuti oleh tokoh perempuan se – pulau lombok ini dimulai dengan penampilan musisi cilik Biru dan Jingga yang membuat seisi aula Lokakarya terharu karena membawakan lagu ibu ciptaan Iwan Fals, lalu kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Badan Drs. H. Lalu Syafi’i, MM. yang pada materi pembukaanya Kepala Badan selalu mengingatkan tentang tidak bolehnya ada perkelahian atau perselisihan yang terjadi di masyarakat kita, karena kehadiran kita di daerah ini merupakan takdir dan dengan adanya keberagaman suku, agama dan ras yang justru membuat hidup menjadi indah seperti halnya pelangi yang indah karena terdiri dari berbagai macam warna.

Setelah sorenya diberikan materi tentang Peran Pemerintah dalam menggerakkan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan di NTB, malam harinya para peserta Lokakarya diberikan materi oleh narasumber pusat DR. Sampara Lukman, MM. yang para peserta sangat antusias mengikuti dan memberi umpan balik ke narasumber pusat ini karena penyampaian yang menarik serta materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan sehari – hari para peserta yang memang semuanya dari kalangan perempuan. Pada penyampaian DR. Sampara Lukman, MM menyampaikan bahwa masa depan ini akan hancur apabila ibu – ibu di tengah masyrakat tidak mengambil andil di dalam penanaman rasa kebangsaan pada generasi muda. Sehingga peran ibu – ibu ini sangat strategis di dalam menjaga keutuhan Bangsa Indonesia kedepannya.

Keesokan harinya hari minggu, 15 Oktober 2017 kegiatan dimulai lagi dari jam 08.00 Wita. Pada sesi kedua ini para peserta diberikan materi oleh 3 orang narasumber yaitu, Drs. Lalu Anggawa Nuraksi, DR. Jamaluddin dan H. Husni Muazd, P.hD. Para pemateri sesi kedua ini tidak kalah menarik dengan pemateri pada sesi pertama, di mana DR. Jamaluddin menyampaikan berbagai pengetahuan kearifan – kearifan lokal yang beliau pelajari dari daun lontar dan manuscript – manuscript kuno dari seluruh penjuru pulau Lombok, yang kadang mengundang tawa tapi setelahnya membuat terharu para peserta Lokakarya karena isi dari manuscript tersebut sudah kuno tapi masih relevan untuk kehidupan modern sekarang ini. Kegiatan ini kemudian ditutup oleh Kepala Bidang Pendidikan Wawasan Kebangsaan di Bakesbangpol Provinsi NTB dan kemudian dilakukan foto bersama narasumber dan peserta Lokakarya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close