Bidang PMS & PKKewaspadaan Nasional

PENYULUHAN PENYAKIT MASYARAKAT BAGI PEMUDA

Kegiatan Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan, Peredaran, Penggunaan Narkoba dan Minuman Keras bagi Generasi Muda/Pramuka/Siswa/Pelajar Kabupaten/Kota Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2017. Kegiatan yang dihadiri total peserta sebanyak 30 orang siswa – siswi dari berbagai etnis, agama dan latar belakang ini diisi oleh 4 orang Narasumber yaitu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat, perwakilan BNN Provinsi NTB ibu Anggraini Ninik M., SH.,MH., dari Tokoh Adat Bapak Drs. H. Lalu Anggawa Nuraksi dan seorang akademisi Bapak H. Husni Muazd, P.Hd. Kegiatan ini rutin dilaksanakan sebanyak 3 kali dalam setahun oleh Bakesbangpoldagri Provinsi NTB, yang sebelumnya telah dilaksanakan pada tanggal 8 dan 16 September 2017.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Syafi’i, MM, yang di mana dalam pembukaannya beliau menyampaikan Puisi karya Taufiq Ismail yang berjudul “Aku melihat mayat – mayat bergoyang dari saat ke saat” yang tentu saja menyedot perhatian para peserta penyuluhan serta menggiring mereka ke dalam kesadaran akan mengerikannya dampak dari narkoba dan minuman keras ini.

Setelah dibuka dan diberikan materi oleh Kaban Kesbangpoldagri Provinsi NTB, selanjutnya diisi oleh narasumber lainnya, seperti Drs. H. Lalu Anggawa Nuraksi yang banyak berbicara tentang kearifan lokal suku sasak khususnya untuk menjaga jati diri agar terhindar dari berbagai penyakit masyarakat. Pemberian materi dilanjutkan oleh H. Husni Muazd, P.hD. yang kerena keterbatasan waktu, Cuma bisa menjelaskan sekilas tentang konsep Sekolah Perjumpaan sebagai wadah para pemuda untuk belajar dan pembentukan mental diri.

Narasumber terakhir yaitu perwakilan dari BNN Provinsi NTB, ibu Anggraini Ninik M, SH.,MH., yang tentu saja menjelaskan secara mendetail mengenai ciri, bahaya, dampak dan kenapa harus menghindari dan meningkatkan kewaspadaan terhadap Narkoba. Di setiap sesi pertanyaan banyak sekali pertanyaan baik dari siswa maupun dari guru pendamping masing – masing sekolah tentang bagaimana cara menghindari maupun cara menangani kalau saja terjadi kasus Narkoba maupun minuman keras disekitar mereka. Para peserta juga berharap untuk kedepannya kegiatan  penyuluhan ini tidak hanya dilakukan di Aula Bakesbangpoldagri Provinsi NTB yang luasnya tidak seberapa dan dengan peserta yang cuma 30 sekali pelaksanaan, tetapi juga dilaksanakan langsung di sekolah – sekolah yang ada di Nusa Tenggara Barat.  

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close