Bidang PNNKPembauran Bangsa

RAKOR DAN SILATURAHMI TOGA, TOMA, TODAT, TODA KABUPATEN BIMA DAN FKUB PROVINSI NTB

Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Rakor dan Silaturahmi  yang dilaksanakan pada tanggal 31 juli sampai 01 agustus 2017 di hotel Camelia Bima ini ini, terbukti dengan banyaknya pertanyaan ataupun saran yang disampaikan kepada para narasumber yang mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat maupun Kabupaten Bima. Pertanyaan dan saran yang disampaikan, terkait dengan kegiatan – kegiatan pemerintah dalam upaya meningkatkan kehidupan beragama masih terhitung sedikit dan jangkauannya masih terlalu sempit sehingga masih ada sebagian masyarakat yang menganggap kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah terkesan cuma sekedar menghabiskan anggaran. Jadi untuk tahun – tahun selanjutnya pelaksanaan kegiatan dan jumlah peserta diperbanyak.

Selain masalah pelaksanaan kegiatan terkait dengan kehidupan beragama, banyak peserta yang menyampaikan permasalahan – permasalahan yang ada daerah masing – masing. Permasalahan – permasalahan tersebut antara lain :

  1. Perwakilan dari Kecamatan Bolo meminta perbaikan atau tambahan ruang sekolah karena jumlah siswa yang bertambah banyak sedangkan ruang kelas sangat terbatas dan kelas yang ada keadaannya sangat memprihatinkan.
  2. Di Kecamatan Donggo memiliki masalah kebutuhan sosial dasar terkait dengan Infrastruktur dasar air minum yang masih sangat kurang.
  3. Jembatan yang menghubungkan Desa Talabiu dan Desa Cenggu Kecamatan Woha masih dalam keadaan rusak/putus dan perbaikannya belum dilanjutkan.
  4. Desa O’o Kecamataan Donggo memiliki permasalahan air.
  5.  Bentrok antara Desa Laju Kecamatan Langgudu & Desa Tolouwi Kecamatan Monta yang disebabkan karena kasus penjambretan yang dialami salah satu warga Desa Laju oleh 3 warga Desa Tolouwi, yang kemudian menyulut amarah warga Desa Laju sehingga terjadi bentrok antar warga. Konflik ini masih belum bisa terselesaikan sampai saat ini.

Dirbinmas Polda NTB Kombes Beasy Basir meminta Masyarakat Kabupaten Bima bisa mengusulkan kebutuhan wilayahnya terutama masalah jembatan dan sekolah melalui jalur pribadi seperti Telepon, SMS atau Watsapp.

Program dari MUI Kabupaten Bima yang saat ini sedang berjalan yaitu Tim dari MUI berkeliling untuk melakukan khutbah jum’at di semua masjid di Kabupaten Bima. Pada khutbah jum’at tersebut disampaikan materi tentang bagaimana menjadi umat muslim yang membawa kebaikan dan tidak terlalu ekstrim sampai menganut paham radikal kanan ingin mengganti sistem pemerintahan atau masuk ke dalam kelompok – kelompok teroris seperti ISIS dan sejenisnya.

Selain program khutbah jum’at, MUI juga memiliki gerakan sholat subuh berjamaah yang sudah mulai dicanangkan kepada generasi muda di Kabupaten Bima untuk menanamkan kebiasaan bangun pagi.

Peserta Rakor dan Silaturrahmi bersama Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Bima berkomitmen untuk menghilangkan stigma masyarakat luas tentang Kabupaten Bima selama ini.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close