Bidang PNNKPembauran Bangsauncategories

SOSIALISASI KEARIFAN LOKAL DESA PAGUTAN

Hari ini tanggal 28 september 2017 Bakesbangpoldagri Provinsi NTB melaksanakan sosialisasi nilai – nilai Kearifan Lokal dalam Rangka Penerapan Nilai – Nilai Pancasila. Kegiatan tersebut berlangsung selama 1 hari bertempat di Aula Kantor Desa Pagutan Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah dengan peserta sosialisasi tersebut adalah Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda serta Aparatur Desa setempat, selain itu turut hadir pihak keamanan dari babinsa, babin kantibmas dan pihak sekaloh. yang ada di Desa Pagutan Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah.
Acara tersebut dibuka resmi oleh Kepala Bakesbangpoldagri Prov. NTB yaitu Drs. H. L. Syafi’i.MM. dalam sambutannya beliau menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :
1. Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB bahwa suku sasak adalah yang pertama di Indonesia yang mengenal Tuhannya yaitu “ neneq kaji saq kuase”
2. Untuk mempersatukan masyarakat Adat Sasak perlu mengajak komponen Masyarakat untuk membuat dan menyepakati aturan atau awig – awig di wilayah Desa untuk diikuti oleh seluruh masyarakat yang ada di desa tersebut
3. Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB juga menyampaikan bahwa Pemimpin harus yang memahami tentang adat – adat yang ada sehingga masyarakat mengikuti aturan – aturan dan awig – awig yang sudah disepakati.
Hadir sebagai narasumber pada acara sosialisasi nilai – nilai Kearifan Lokal tersebut adalah pakar – pakar yang sangat memahami tentang nilai – nilai Kearifan Lokal dan nilai2 pancasila… yaitu :
1. H. Husni Muazd. P.hd
2. H. L. Syafruddin.SH. M.Hum
3. Drs. H. L. Anggawa Nuraksi
4. Dr. Jamaluddin
5. Ir. Hj. Hartina.MM

Dalam pemaparan masing – masing narasumber tersebut menyampaikan hal – hal sebagai berikut :
1. Aktualisasi nilai2 Kearifan Lokal suku sasak dalam mengimplementasikan nilai2 luhur pancasila sebagai dasar dan idiologi negara
2. Konsep hidup berterima dalam perbedaan itu konsep sekolah perjumpaan
3. Bagaimana keberadaan bale mediasi dalam penyelesaian konflik sosial yang ada di Desa dalam rangka memberdayakan dan memperkuat lembaga adat dan membantu masyarakat dalam penyelesaian masalah – masalah yang ada di Desa
4. Bagaiman peran pemerintah Provinsi dan Kabupaten dalam menanamkan nilai – nilai Kearifan Lokal daalam mempertebal wawasan kebangsaan.
5. Pendewasaan usia pernikahan bagi putra dan putri maksudnya bahwa diharapkan kepada kita semua untuk memberikan pemahaman terhadap dampak yang akan timbul akibat kalau anak – anak kita menikah sebelum usia yang ditentukan oleh agama dan peraturan pemerintah yang berlaku

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close