Bidang PNNKKewaspadaan Nasional

SOSIALISASI PENYAKIT MASYARAKAT (PEKAT)

Kegiatan Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan, Peredaran, Penggunaan Narkoba dan Minuman Keras bagi Generasi Muda/Pramuka/Siswa/Pelajar Kabupaten/Kota Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 2 angkatan, yang dimana kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 dan 16 September 2017. Kegiatan yang dihadiri total peserta sebanyak 60 orang siswa – siswi dari berbagai etnis, agama dan latar belakang ini diisi oleh 4 orang Narasumber yaitu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat, perwakilan BNN Provinsi NTB ibu Anggraini Ninik M., SH.,MH., dari Tokoh Adat Bapak Drs. H. Lalu Anggawa Nuraksi dan seorang akademisi Bapak H. Husni Muazd, P.Hd.

Materi – Materi yang disampaikan oleh para Narasumber sangat menarik, hal ini bisa dilihat dari antusiasnya para peserta untuk memberikan pertanyaan ataupun menanggapi terkait materi yang disampaikan. Seperti yang disampaikan oleh Drs. H. Lalu Anggawa Nuraksi, bahwa untuk terhindar dari bahaya penyakit masyarakat kita harus benar – benar menjaga jati diri sebagai penduduk yang tinggal di atas wilayah NTB umumnya dan Pulau Lombok khususnya. Kita harus mengerti konsep hubungan Ketuhanan, Agama, Tradisi, Budaya dan Adat Istiadat yang dalam bahasa Sasak disebut “Panca Awit Pinajaran Sasak”.

Selain itu disampaikan juga konsep pembelajaran yang ditemukan dan dirancang sendiri oleh Bapak H. Husni Muazd, P.Hd., konsep tersebut dinamakan “Sekolah Perjumpaan”. Konsep pembelajaran ini adalah konsep dimana sekelompok orang atau siswa yang melakukan pertemuan secara rutin untuk melakukan pembelajaran, tentu saja pertemuan ini dilakukan diluar jam sekolah. Dengan diadakan Sekolah Perjumpaan ini akan menghindarkan orang – orang yang terlibat di dalamnya dari Penyakit Masyarakat karena yang diajarkan di sini bukannya hanya ilmu akademis saja, tetapi diajarkan juga ilmu agama, tata krama dan adat istiadat. Sehingga Sekolah Perjumpaan ini lebih mengarah ke pembentukan Watak orang – orang yang di dalamnya tanpa harus mengabaikan bidang akademisnya. Selain mengajarkan kebaikan orang – orang yang di dalamnya, Sekolah Perjumpaan ini juga secara tidak langsung mengubah Watak orang – orang di sekitarnya seperti teman, kerabat dan keluarga dari peserta Sekolah Perjumpaan tersebut.

Pada akhir kegiatan para peserta dari kegiatan penyuluhan penyakit masyarakat ini melakukan komitmen untuk tidak mendekati narkoba dan minuman keras maupun penyakit – penyakit masyarakat lainnya. Serta berjanji akan menjadi pelajar yang sesungguhnya dengan memperbanyak belajar dan membaca buku serta mengurangi bermain dan kegiatan yang sia – sia karena seperti yang disampaikan H. Husni Muazd, P.Hd. “Tugas dari seorang Pelajar adalah untuk belajar”.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close