uncategories

Pembekalan Fasilitator Lokal Sekolah Perjumpaan

Kegiatan Pembekalan Fasilitator Lokal Sekolah Perjumpaan Provinsi Nusa Tenggara Barat dilaksanakan pada tanggal 26 – 27 Juli 2019 di Hotel Puri Indah Mataram ini dibuka oleh Ibu Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Plt. Sekda Provinsi NTB, Ibu Baiq Eva Nurcahya Ningsih, M.Si. sekaligus menjadi Narasumber untuk materi pertama. Dalam pemaparan yang disampaikan Ibu PLT SEKDA Provinsi NTB, Program Desa Bersih dari Narkoba (Desa Bersinar) jangan sampai menjadi Program yang mati begitu saja, karena itu semangat dari Fasilitator – fasilitator lokal yang menjadi ujung tombak di Desa Lokus Desa Bersinar jangan sampai berkurang dalam usaha mewujudkan Desa Bersinar ini. Tentu saja Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan mendukung Fasilitor Lokal ini dalam bentuk penyediaan Anggaran Kegiatan yang dialokasikan pada DPA Bakesbangpoldagri Provinsi NTB.

Pemateri Kedua yaitu Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Syafi’i, MM. menyampaikan program – program apa saja yang dimiliki dan akan dilaksanakan oleh Bakesbangpoldagri Provinsi NTB dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN). Semua Kegiatan yang dilaksanakan di Desa terkait Desa Bersinar akan melibatkan Fasilitator Lokal, karena itu Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTb sangat mengharapkan bantuan dari para Fasilitator Lokal untuk mendukung terwujudnya Desa Bersinar.

Pada hari kedua, diberikan materi oleh Penyuluh Ahli Madya BNN Provinsi NTB, Anggraini Ninik, .SH.,MH. Pada materinya disampaikan peraturan – peraturan dan perangkat pemerintah yang menangani masalah narkoba, selain itu disampaikan juga jenis – jenis dan bahaya narkoba serta bagaimana menangani apabila menemui kasus penggunaan maupun pengedaran narkoba.

Setelah Materi dari BNN Provinsi NTB, dilanjutkan dengan materi akhir dari Sekolah Perjumpaan yang diwakili oleh Dewan Pakar Sekolah Perjumpaan Sahabuddin. Dalam materinya disampaikan bahwa sekarang ini kita memiliki Penyakit susah mendengarkan, semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin susah untuk mendengarkan orang lain. Selain itu disampaikan bahwa serangan terhadap komunitas atau masyarakat kita bukan hanya Narkoba, tetapi juga penyakit masyarakat lainnya, karena itu  Sistem Pembelajaran Sekolah Perjumpaan ini bisa menjadi penangkal hal tersebut. Kemudian setelah materi selesai dan dilakukan diskusi dengan peserta, kegiatan ditutup oleh Kepala Bidang Pengembangan Nilai – Nilai Kebangsaan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close