Bidang PNNKKewaspadaan Nasionaluncategories

Sosialisasi Program Desa Bersinar

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Fave pada tanggal 09 – 10 Mei 2019 dengan 50 orang peserta ini dibuka oleh Ibu Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat yang dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa masalah Narkoba harus menjadi perhatian  bukan hanya pihak-pihak yang memang bertugas , namun juga menjadi perhatian oleh seluruh lapisan masyarakat. Setelah Kegiatan dibuka oleh Ibu Wakil Gubernur NTB, dilanjutkan dengan Laporan Panitia oleh Kepala Badan Kesbangpoldagri Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Syafi’i, MM. yang menyampaikan Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyatukan tekad bersama untuk memerangi narkoba oleh seluruh komponen bangsa karena upaya tersebut sangat penting dan perlu dilaksanakan sebagai langkah tegas dari semua pihak untuk menyelamatkan masa depan bangsa.

Setelah Acara Pembukaan, Kegiatan ini  dilanjutkan dengan pemberian materi oleh 5 (lima) orang narasumber yaitu, Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Syafi’i, MM. Perwakilan dari Polda NTB, AKBP Sudjarwoko, S.H., S.I.K., M.H., Perwakilan BNN Provinsi NTB, AKBP Cheppy Ahmad Hidayat, Dari Budayawan, Drs. H. Lalu Agus Fathurrahman, dan Pakar Sekolah Perjumpaan, H. Husni Muazd, Ph.D.

Pemaparan Sesi Pertama diisi oleh Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB dan DR. H. Lalu Agus Fathurrahman. Pada pemaparannya Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB menyampaikan Program – program dan Kegiatan yang sudah dianggarkan di APBD Bakesbangpoldagri Provinsi Nusa Tenggara Barat. Disampaikan pula bahwa Kegiatan – Kegiatan lebih banyak dilaksanakan langsung di Lokus Desa Bersinar di masing – masing Provinsi. Kemudian Narasumber Kedua DR. H. Lalu Agus Fathurrahman memaparkan kearifan – kearifan lokal yang ada di Nusa Tenggara Barat, yang kalau benar – benar dilaksanakan dengan baik maka dapat menjadi tameng dari rusaknya moral karena pengaruh narkoba.

Keesokan harinya dilanjutkan dengan pemaparan Sesi Kedua, yang diisi oleh Narasumber dari BNNP NTB, Polda NTB, dan Pakar Sekolah Perjumpaan. Materi pertama dari BNNP NTB diisi oleh AKBP Cheppy Ahmad Hidayat selaku Kepala Bidang Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat di BNNP NTB, memaparkan jenis – jenis narkoba mulai dari yang biasa dipakai untuk pengobatan sampai dengan yang berbahaya atau ilegal. Selain itu disampaikan juga akibat – akibat yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba serta ciri – ciri dari orang yang sudah menjadi pecandu Narkoba.

Materi Kedua diisi oleh AKBP Sudjarwoko, S.H., S.I.K., M.H. yang menyampaikan kinerja Kepolisian dalam menyelesaikan kasus – kasus penyalahgunaan narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada materinya banyak sekali dimunculkan data – data yang dimiliki Polda NTB terkait Narkoba mulai dari Peta Peredaran, jalur masuk ke Provinsi NTB, sampai data pengguna berdasarkan profesi maupun umur. AKBP Sudjarwoko menyampaikan bahwa para pengedar atau bandar narkoba akan ditindak sesuai dengan Sanksi Hukum berdasarkan Undang – Undang 35 tahun 2009 yaitu akan dihukum maksimal dengan Hukuman Mati dan Aset yang didapatkan dari penjualan Narkoba akan diambil oleh Negara.

H. Husni Muazd, Ph.D sebagai pemateri terakhir memaparkan konsep – konsep sekolah perjumpaan yang merupakan Model pembelajaran yang lebih berfokus pada pembelajaran untuk mengubah mindset atau mental dari peserta, yang diawali dengan mengetahui posisi alam di diri manusia, keberadaan jiwa sebagai makhluk hidup serta, serta faktor yang harus dimiliki untuk menjadi manusia sepenuhnya berupa intelegensi. Untuk meningkatkan faktor tersebut tidak bisa didapatkan dari hubungan dengan objek yang hanya berupa materi atau materi yang memiliki jiwa, hal tersebut hanya bisa didapatkan dari hubungan timbal balik positif dari sesama manusia. Karena itu dibuatlah model pembelajaran “Sekolah Perjumpaan” ini yang memiliki konsep pembelajaran dua arah dan membuat setiap pertemuan atau perjumpaan menjadi sebuah pembelajaran. Konsep Pembelajaran inilah yang menjadi ujung tombak dalam menangkal efek negatif dari narkoba tersebut sebagai bentuk usaha dalam mewujudkan Desa Bersih dari Narkoba (Desa Bersinar). Penerapan dari  konsep pembelajaran ini bukan hanya untuk menangkal efek negatif dari narkoba, tetapi juga semua hal – hal buruk yang ada di masyarakat baik dalam bentuk penyakit masyarakat maupun serangan budaya luar/asing yang tidak sesuai dengan budaya tanah air maupun ajaran agama.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
Close