Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya & Agama
Pemprov NTB Tegas: Kesenian Harus Mendidik, Bukan Menodai Budaya

Aksi “Kecimol” yang semula menjadi simbol kegembiraan dan pelestarian budaya Lombok kini menuai sorotan tajam. Dalam audiensi yang digelar di Aula NKRI Bakesbangpoldagri NTB pada Senin (27/10/2025), berbagai unsur pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh adat, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sepakat bahwa fenomena “porno aksi bertameng kesenian” telah menodai nilai moral dan budaya lokal.
Rapat yang dihadiri Polda NTB, Kejati, Danrem, BINDA, dan sejumlah OPD terkait itu membahas keresahan masyarakat atas perubahan bentuk pertunjukan Kecimol yang dinilai semakin jauh dari pakem budaya. Dari hiburan tradisional yang dulu penuh makna, Kecimol kini kerap menampilkan aksi tak senonoh di ruang publik dan media sosial.
Masyarakat menilai, aksi semacam itu bukan hanya mencederai nilai agama dan adat Sasak, tapi juga memberi contoh buruk bagi generasi muda. Pemerintah pun diminta segera menata ulang aktivitas Kecimol agar tidak lagi menjadi sumber keresahan sosial.
Audiensi juga menyoroti pentingnya kerja sama antara aparat, Kominfo, dan tokoh masyarakat dalam menertibkan penyebaran konten negatif serta mendorong seni yang berkarakter edukatif dan bermoral.
“Budaya harus menjadi cermin nilai, bukan alat eksploitasi,” tegas salah satu peserta. Pemerintah berharap masyarakat ikut menjaga marwah budaya lokal agar kesenian tetap hidup tanpa kehilangan kehormatannya.





