Pendidikan Politik & Peningkatan Demokrasi
FGD Indeks Demokrasi Indonesia NTB, Perkuat Sinergi Tingkatkan Kualitas Demokrasi

Mataram – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Bidang Politik Dalam Negeri dan Peningkatan Demokrasi melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tahun 2025 pada Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di Aula Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB.
Kegiatan ini bertujuan untuk memvalidasi, mengonfirmasi, serta mendalami data terkait perkembangan demokrasi di daerah, sekaligus menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas demokrasi di Provinsi NTB.
FGD dibuka melalui sambutan tertulis Plh. Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB, H. Muhammad Takiyudin Sbekti, S.E., M.Si., dan dihadiri oleh perwakilan BPS Provinsi NTB, OPD terkait, partai politik, akademisi, media massa, serta organisasi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi NTB pada tahun 2024 berada pada angka 76,37 dan termasuk dalam kategori sedang, dengan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, masih terdapat sejumlah indikator yang perlu mendapat perhatian, di antaranya partisipasi masyarakat dalam memengaruhi kebijakan publik, kinerja birokrasi dalam pelayanan publik, serta pendidikan politik kader partai politik.
Perwakilan BPS Provinsi NTB menjelaskan bahwa pengukuran IDI dilakukan melalui 22 indikator yang mencakup tiga aspek utama, yaitu kebebasan, kesetaraan, dan kapasitas lembaga demokrasi. Oleh karena itu, diperlukan dukungan data dan informasi dari berbagai pihak guna menghasilkan pengukuran yang lebih akurat dan komprehensif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga terkait, serta masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas demokrasi di NTB. Selain itu, hasil FGD ini juga diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan politik yang lebih responsif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh partisipasi aktif dari seluruh peserta.





