uncategories
GONG PERDAMAIAN NUSANTARA DARI NUSA TENGGARA

Oleh: Kepala Bakesbangpoldagri Prov. NTB.
Kota Bima menjadi tuan rumah sekaligus mengukir salah satu catatan sejarah dalam Peresmian Gong Perdamaian Nusantara dengan penanandatanganan prasasti dan pemukulan Gong oleh Pj. Gubernur NTB. Pada hari jumat tanggal 23 februari yang brtempat di kawasan wisata kota Bima, yakni pantai Lawata. Kegiatan ini mengambil tema Mari Kita Gaungkan Semangat Perdamaian Nusantara.

Gong perdamaian Nusantara adalah sebuah simbol persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Menyajikan simbol 6 agama yang diakui pemerintah Indonesia, bergambar peta NKRI, yang diberi tempat paling terhormat di puncak sebagai sebuah “harga final”. Melaui GPN yang menampilkan semua kepentingan eleman bangsa dari seluruh tanah air, mengajak rakyat maju melaju dalam bingkai persatuan menuju kejayaan. Melalui GPN ini juga, Indonesia sebagai bangsa Besar pasti dihormati dan mempunyai pengaruh kuat dalam pergaulan internasional.
Hadir lebih dari 100 tokoh, kegiatan ini diawali dengan menyayikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan dari Ketua Pembina Yayasan Gong perdamaian Nusantara, kemudian oleh Pj. Wali Kota dan Bapak Pj. Gubernur. Dalam sambutan bapak Pj Gubernur menyampaikan Tugu Gong Perdamaian Nusantara ini menjadi lambang persatuan dan perdamaian dalam keberagaman serta sebagai simbol kemajemukan dan keberagaman suku, etnis dan agama yang ada di Kota Bima. Sekaligus menjadi daya tarik baru bagi pengunjung pantai lawata yang menjadi kawasan wisata.
Miq Gub juga menyampaikan, GPN di kota Bima ini menebar pesan bahwa matahari terbit dari timur dan dalam perjalanan memberikan pencerahan dan kekuatan hingga akhirnya sampai ke ujung barat. Momentum ini menitip pesan perdamain akan terus menggema di NTB sebagai daaerah yang terus maju melaju, mulai dari Bima yang berada di ujung timur pulau Sumbawa sampai Kota Ampenan di ujung Barat Pulau Lombok.
Mudah-mudahan perdamaian abadi akan terus tercipta dengan adanya gong perdamaian Nusantara. NTB membangun diri sebagai pusat peradaban perdamaian dengan masyrakat dan daerahnya yang siap maju melaju.
Sebelum acara GPN dimulai, Bapak Pj. Gubernur dan rombongan terlebih dahulu mengadakan rapat koordinasi penanganan penanganan penangkapan ikan yang merusak sumber daya di wilayah perairan laut Pulau Sumbawa yang bertujuan untuk mampu meminimalisir terjadinya kasus Destructive Fishing dan Pengawasannya di laut Pulau Sumbawa. Dalam kunjungan ini juga, Mig Gub sekalius kunjungan kerja peresmian jembatan Ndesa II di kelurahan Jatibaru Timur Kec. Asakota Kota Bima.



