SEKOLAH PERJUMPAAN

LATAR BELAKANG

Sekolah Perjumpaan” salah satu ikhtiar untuk menormalisasikan relasi sosial yang model teoretiknya, dibuat generik sehingga bisa diterapkan pada berbagai settingdan juga konteks yang berbeda. Komponen utama dari “Sekolah Perjumpaan”adalah intentional state (kondisi batin) dan languaging yang merupakan modal bersamayang dimiliki oleh setiap orang secara universal. Pembelajaran mengelola intentionalstate dan languaging pada ruang-ruang perjumpaan secara terstruktur dan terukur,akan menjadi sasana pembelajaran bersama hidup elemen-elemen sosial yang salingberterima, terbuka dan toleran. Model sekolah perjumpaan menanamkan nilai-nilaikehidupan yang telah dieksprimentasikan sejak 2013 di 20-an titik yang tersebar dipulau Lombok. Komunitas-komunitas ini yang menjadi laboratorium pembelajaranmasyarakat untuk menciptakan masyarakat sosial yang terbuka, toleran, dan salingberterima. Lokasi-lokasi tersebut tersebar di beberapa titik di Kecamatan Labuapi,Lembar, Peraya, Mantang, Mataram, Gunung Sari 3 (tiga) titik di Mantang, danNarmada.

Sekolah perjumpaan memiliki dua komponen dasar yaitu praktik mental statedan languaging. Dua komponen dasar ini dipraktikkan pada tiga ranah relasi yaitu; 1)relasi subyek-obyek yang melahirkan kemampuan kognitif (cognitive competence), 2)relasi intersubyektif yang melahirkan kemampuan rekognitif (rekognitifcompetence/sosial), dan 3) relasi transubyektif yang melahirkan kemampuan transkognitif/spiritual (trans-recognitif competence). Model sekolah perjumpaan ini, denganpenerapan yang simple dan sederhana bisa memberikan kompetensi holistik padapeserta pebelajar yang pada akhirnya akan menjadi karakter yang hidup dalam setiapsiswa.

Salah satu yang menjadi indikator Kinerja Daerah (IKD) yang terdapat di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri yaitu Cakupan komunitas sekolah perjumpaan yang terbentuk dalam rangka pembinaan karakter, Jadi selain menjadi program unggulan, Sekolah perjumpaan juga menjadi indikator Kinerja Daerah (IKD).

SASARAN & LOKASI KEGIATAN

Kelompok masyarakat yang dianggap strategis dan bisa mempengaruhilingkungan secara positif. Lokasi keberadaan kelompok sasaran tersebut yaitu :

  • Desa Karang Bongkot Labuapi Lombok Barat
  • Desa Mantang Lombok Tengah
  • Desa Ketare Lombok Tengah
  • Karang Genteng Kota Mataram
  • Jembatan Kembar Lombok Barat

Lembaga pendidikan yang ada di wilayah NTB atau sekolah-sekolah yang dipilih menjadi pilot project, yaitu  :

  • Nurul Haramain NW Narmada Narmada
  • Hikmatusysyarief NW Narmada Narmada
  • PP. Nurul Jannah NW Ampenan Kota Mataram

KONDISI SAAT INI

Sampai dengan 2019 telah terbentuk 60 (enam puluh) komunitas Sekolah Perjumpaan yang terdiri dari 50 (lima puluh) komunitas yang dibentuk oleh Tim Sekolah Perjumpaan sebelum ada program Desa Bersinar dan 10 komunitas melalui kegiatan Desa Bersinar.

Dari 50 pukuh komuniras sekolah perjumpaan yang telah dibentuk sebarannya baru terbatas di Pulau Lombok yaitu di Kota Mataram, Kabu[aten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah. Lima tahun kedepan diharapkan akan terbentuk 200 komunitas sekolah perjimpaan yang tersebar di seluruh Provinsi NTB.

RINCIAN KEGIATAN

Kegiatan yang dilaksanakan adalah:

  • Penyusunan desain awal.
  • Diskusi desain (Finalisasi Desain).
  • Pemetaan wilayah dan studi eksplorasi.
  • FGD / Penyusunan peraturan berdasarkan kearifan lokal (Lombok = awig2).
  • Finalisasi Konsep “awig2”
  • Penguatan legal standing “awig2” melalui/dengan Perda Kabupaten/Kota.
  • Pemantauan penerapan konsep kehidupan madani (3 bulan)
  • Launching “desa madani” oleh Menteri/Gubernur NTB
  • Penggalangan dukungan keberlanjutan program, dengan menggandeng swasta.
  • Replikasi “desa madani”, di beberapa desa lain.

DOKUMEN YANG DIHASILKAN

DOKUMENTASI

Close